Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Hikmah Belajar Digital Marketing

 Mungkin banyak yang bertanya-tanya padaku. Kenapa aku harus belajar digital marketing? Tidak kerja saja. Atau bahkan tidak meneruskan pendidikan tinggi di pascasarjana.  Huft. Lagi-lagi aku harus menarik napas perlahan. Aku sudah terlalu muak dengan pertanyaan yang satu ini. Lagipula yang bertanya kepadaku memiliki pemikiran yang berbeda-beda denganku. Ada yang hanya mengangguk-ngangguk saja berusaha memahamiku walaupun pikirannya tidak sejalan denganku. Ada yang mencecarku. Tidak peduli dengan perasaanku.  Lagi-lagi aku sebenarnya aku tidak mau menjawab pertanyaan ini. Banyak dari mereka yang pengennya cuma tau alasanku saja. Tidak memahami dan menghargai setelah ku jelaskan kemudian. Right. Banyak dari kita yang cuma tau untuk mencerca.  Menganggap sesuatu yang mereka ketahui adalah sebuah senjata untuk mengolok-olok demikian. Memang ini kenyataan yang kualami. Tidak sejalan lantas dengan lantangnya menghukumi orang lain dengan pilihan-pilihan lain yang menurut mereka lebih realisti

Mimpi Jadi Nyata

  Entah bagaimana ini awalnya terjadi. Semuanya terjadi begitu saja. Ingatanku hanya mentok sampai SMP saja. Kurang dari itu aku sudah tidak ingat apa-apa lagi. Pagi harinya aku terbangun dengan wajah kaget. Aku mulai mengatur napasku pelan-pelan. Aku melihat sekelilingku. Ternyata masih di rumah. Mimpiku berlatarkan sekolah. Agar tidak terlambat aku segera merapikan bantal dan selimutku. Mengambil handuk lalu lari ke kamar mandi. Saat di kamar mandi aku masih bingung. Pikiranku hanya tertuju pada suatu kejadian. Kejadian di alam mimpi. Ah udahlah itu hanya mimpi saja. Lantas setelah siap semuanya aku berangkat sekolah diantar bapak. Jegleerrr. Baru aja turun dari motor kejadian itu terpampang nyata di depan mataku. Mataku hanya terbelalak begitu saja. Aku tidak pernah menghitung berapa mimpi yang jadi bunga tidurku jadi kenyataan. Aku melewatkan begitu saja. Tidak kutulis. Hanya beberapa mimpi yang benar-benar jadi nyata yang aku ingat sampai saat ini. Selain itu terbawa angin.

Mati Listrik

  Sore itu aku dan Ulfa menerobos hujan. Hujan seringkali mengguyur Jogja dan sekitarnya saat sore hari. Pagi hingga siangnya selalu terang untuk akhir-akhir ini. Ulfa yang naik motor lebih pelan dari aku membuatku ingin mengimbanginya. Karena ia tidak tahu jalan. Ia ketinggalan satu kali lampu merah denganku. Aku menunggunya sebentar di tepi jalan. Aku lagi-lagi menghembuskan napas. Perempatan SGM Yogyakarta ramai sekali. Antrian lampu merahnya sampai pintu masuk Gembiraloka. Tarik napas. Hembuskan pelan-pelan. Kemudian merayah ke arah barat. Ternyata kalau hujan, tilang elektroniknya mati. Padahal aku udah siap pose saat dipotret yang membuat mataku silau. Hitam sedetik kemudian. Namun kali ini tidak. Sampai di lokasi, celana bagian bawahnya basah terkena hujan. Cafenya gelap. Listrik di Kota Yogyakarta mati. Diarrr. Padahal kita membutuhkan listrik untuk LCD dan wifinya. Kami sabar menunggu. Dua puluh menit kemudian listrik menyala. Lega sekali rasanya. Tinggal menunggu orang

Radang Tenggorokan Menyerang!

    Bulan Oktober lalu, aku sudah PD sekali. Yes baru satu kali nggak masuk. Bisa nih dipertahanin sampai akhir bulan. Manusia hanya bisa merencanakan. Keadaan yang menentukan. Jederrr. Tenggorokanku sakit. Ku kira sakit terus sembuh sendiri. Ternyata salah. Radang tenggorokan ini ibaratnya garis start. Garis finishnya adalah batuk. Dalam perjalanannya ada yang namanya demam. Aku demam dengan suhu sekitar 38 derajat Celcius. Sakit pamungkas yang terus menyebar di area kantor. Satu per satu merata dengan absen sakit radang tenggorokan yang kemudian menjelma menjadi demam. Dari demam ini kemudian menjadi batuk. Batuk kering. Banyak juga yang suaranya serak usai berangkat lagi. Huadehh. Penyakit yang timbul usai hujan mulai turun deras. Bulan November kembali aku jumawa. Yes cuma absen satu kali di bulan ini. Lantas demam menyerangku dengan diawali radang tenggorokan. Aku tepar selama lima hari. Panas badanku sampai 38 derajat Celcius juga. Batuk keringku mulai menyerangku tanpa a

Kartun 90an yang Membuatmu Gagal Move On

  Hari ini adalah hari Ahad pagi. Sekitar empat belas tahun yang lalu, aku selalu memandangi TV yang ada di ruang tengah. Dulu, belum banyak orang yang memiliki televisi. TV panasonic tabung ukuran 14 inch di rumah sering digunakan untuk nobar. Sepertinya, aku belum lahir TV nya udah keburu ada di rumah. Tetanggaku yang laki-laki rame-rame seringnya nonton TV kartun ahad pagi di rumah bersama kakak laki-lakiku. Banyak yang ikut nonton. Kalau begitu, aku hanya berada di belakang mereka sambil nonton apa yang mereka tonton. Rumah yang aku huni sebelum tahun 2006 adalah rumah milik kakekku. Rumah ini memiliki sejarah yang panjang. Dihuni oleh pakdhe, budhe, mas sepupu hingga mereka satu per satu mulai pindah karena sudah memiliki rumah sendiri. Rumah kuno yang memiliki luas sekitar 200an meter persegi. Cukup luas ya? Karena kami adalah keluarga besar. Dengan 8 bersaudara. Sekarang udah ada ada 15 cucu yaitu termasuk aku, dan 13 cicit kalau di total. Waaaw. Utara rumah merupakan kebun

Undangan Syukuran

  Jumat, 02 Desember 2022 Belum habis rasa speechlessku usai diundangi oleh sahabat dari jaman abu-abu, kini ada sebuah kabar di grup pengurus alumni. Biasanya tidak ada chat grup di grup WA yang bernama Pengda DIY ini. Namun pukul sepuluh pagi sekitar satu setengah jam sholat Jumat berlangsung ada chat grup dari pak ketua. Pak ketua yang bernama Pak Waluyo yang lulus tahun 1997. Tahun dimana aku belum lahir.   Asalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh Kepada semua anggota grup dimohon kehadirannya pada: Minggu 04 Desember 2022. Pukul 13.00 WIB. Di tempat saudara Sae Cesa (maps terlampir). Dengan acara tasyakuran pernikahan saudara Sae Cesa. Akad nikah dilangsungkan tanggal   03 Desember 2022. Demikian pengumuman ini, ditunggu kehadirannya untuk memberikan doa restu. Terima kasih. Wasalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh   Mak glodhag. Undangan H-2 sebelum acara berlangsung. Baru aja kemarin Kamis diundang oleh teman, sekarang udah dapat undangan lagi. D

Kabar dan Undangan

  Kamis, 1 Desember 2022 Jalanan Jogja pagi ini sangat cerah sekali. Cahaya matahari tidak malu-malu untuk muncul pagi ini. Badan terasa hangat tertimpa sinar matahari yang mengandung energi kalor. Aku bisa melajukan kecepatan motorku lebih cepat dibanding saat hujan. Karena aspal pagi ini tidak licin seperti biasanya. Setelah sampai lokasi aku langsung menyambungkan jaringan wifi ke handphone dan laptopku. Banyak pesan yang masuk melalui japri maupun chat group WA. Akhir-akhir ini aku tidak mengisi paketan internetku karena seringnya di rumah. Jadi tidak membutuhkan paketan internet lagi. Ada chat dari sahabat dari jaman sekolah putih abu-abu yakni Devi. Pokoknya kita seperti trio macan bersama Akma. Ada banyak kenangan dimana kita selalu foto bertiga. Jadi nostalgia akhirnya. Devi ini adalah sosok pendengar yang baik dan kocak orangnya. Baru saja kemarin aku ngajak kopdar. Namun ternyata eh ternyata. Sering hujan dan badanku panas. Sepertinya hanya wacana saja. Aku lalu mem