Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan yang Tidak Disengaja

 Senin, 01 Agustus 2022          Entah kenapa pagi ini aku selalu kena lampu merah di ringroad. Padahal kalau kedapatan lampu hijau trus melaju dengan kecepatan konstan sekitar 55-60 km/jam maka probabilitas dapat lampu hijau di lampu lalu lintas selanjutnya lebih dari 75%. Tapi pagi ini aku kebagian yang 25%. Hufttt.          Sesampainya di ringroad Banguntapan aku mengikuti dari belakang seorang bapak-bapak untuk menyelinap diantara kendaraan mobil. Ringroad Banguntapan ini memiliki sebutan lain seperti Ringroad Ngipik dan Ringroad Karangturi. Setelah di belakang bapak-bapak ini, aku mengamati beliau dari spionnya. Sedetik dua detik, tiga detik. Kok kayak kenal. Mencoba mengamati sekali lagi. Sandalnya, style sarungnya, jaket hitamnya. Gubrakkkk.     Pertemuan dengan beliau yang dulunya guru SDku ini sangat langka sekali. Apalagi pertemuan random di jalan. Probabilitas satu dibanding dengan sejuta. Beliau sangat sibuk dengan menjadi salah satu Imam di Masjid Agung Sleman, dosen, juri

5 Tips Saat Asam Lambung Naik

Pernah suatu ketika aku belum sarapan. Saat makan siang menunya pedas. Double kombo saat itu juga. Saat dimakan langsung cessss. Tanpa menunggu hitungan detik. Perutku terasa perih sekali. Entah kenapa refleks kedua tangan memegangi perut. Wajah tidak pernah kehilangan ekspresi untuk menyampaikan kondisi. Yap betul sekali. Asam lambungku naik atau yang sering dikenal dengan maag. Andaikan saja saat maag menyerang aku ada di rumah. Pasti langsung berguling-guling di atas kasur. Namun kali itu beda kondisi. Aku berada di luar rumah. Harus jaim alias jaga image. Huftt. Capek juga ternyata jaim.                 Maag merupakan serapan dari Bahasa Belanda yang artinya lambung. Sebenarnya apa sih maag itu? Maag adalah kondisi dimana terdapat gangguan pencernaan yang ditandai dengan rasa perih pada perut. Tepatnya pada lambung. Banyak faktor yang menyebabkan maag. Diantaranya adalah makan tidak teratur, mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, makan terlalu cepat dan

Enam Dampak Stunting Pada Anak

Salah satu permasalahan gizi di Indonesia yang berdampak pada kualitas SDM (Sumber Daya Masyarakat) adalah stunting. Nah apa itu stunting? Stunting adalah kondisi dimana kurangnya gizi kronis yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan pertumbuhan pada tinggi badan anak. Tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya.                 Dikuti dari warta kesmas dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di tahun 2018, jumlah bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah atau kurang dari 2500 gram sebanyak 10,2%. 19,6% Bayi di Indonesia memiliki berat badan tidak sesuai dengan usianya (gizi kurang) dan sebanyak 32,2% balita di Indonesia memiliki tingga badan tidak sesuai dengan usianya. Hal yang lebih mengejutkan lagi sekitar delapan juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal. Prevalensi stunting di Indonesia sekitar 37,2%. Jika diibaratkan seribu anak yang lahir, maka 370 anak tersebut mengalami stunting.

Jujur Walaupun Pahit

Kemarin aku banyak belajar. Belajar menyampaikan sanggahan di rapat pemuda. Walaupun mungkin belum tersampaikan dengan baik setidaknya aku lebih lega karena berani menyuarakan isi kepala maupun isi hati. Gimana nggak nyanggah coba. Sebagai bendahara yang tau kondisi morat-maritnya harga pangan di Indonesia dengan latar belakang pendidikan Teknologi Pangan membuat tanganku meremas kertas-kertas berulang kali. Pengen konsumsi murah tapi wah. Aku lebih memilih mahal karena rego nggowo rupo. Pengen rasanya melempar lemari asam. Malam itu, sepertinya aku berhak menyandang predikat tokoh tergalak dalam rapat.  Belajar menolak ajakan. Tanpa harus menjelaskan. Toh tidak semua orang mampu memahami kondisi dan pilihan kita kan? Belajar menyuarakan hati. Kali ini aku lebih memilih sekte jujur walaupun pahit dibanding manis walau berbalut kepura-puraan. Ini masalah kecondongan. Walaupun aku juga kadang seringnya memilih manis walau pura-pura. Belajar menyampaikan apa yang aku rasakan. Tentu denga

Misteri Bau Menyan di Rumahku

 Pada suatu sore saat di rumah Luri bilang padaku. "Bau menyan enggak?" "Enggak. Emang bau?" Jawabku sambil mengetes hidungku. "Bau yo. Eh sekarang ilang baunya." Selang beberapa hari kemudian. Sore berikutnya aku pulang ke rumah. Aku memasukkan motor ke dalam rumah. Aku mau menutup pintu yang kebuka karena aku memasukkan motor. Tiba-tiba aku membau sesuatu yang wangi namun wanginya sangat tipis di hidung. Menyan! Berkali-kali Luri bilang kepadaku. Namun aku terus menyangkalnya karena aku tidak membau menyan sedikitpun. Kini aku merasakan bau tersebut. Bau menyan yang sangat tipis. Terbawa angin. Selang beberapa hari. "Bau menyan nggak?" Aku tanya Luri. "Iyaa bauuu." Jawab Luri. "Emang ini Malam Jumat Kliwon?" "Heh iyyaaa beneerr ini." Sering sekali kalau di jalan pas malam Jumat Kliwon semerbak bau wangi menyan mesti tercium. Kejadian bau menyan terus berulang kali. Ketika Luri membau bau menyan seringnya aku tidak

Tuyul di Kampungku yang Membuat Gempar Warga Satu RT

     Saat scroll timeline di medsos aku menemukan sebuah cerita tentang tuyul. Aku jadi keingat kejadian kurang lebih setahun yang lalu. Kejadian ini terjadi di kampungku. Membuat gempar warga satu kampung alias satu RT. Kejadian berurutan kalau disambung menjadi sebuah pertanyaan. Tuyul siapa yang berkeliaran di kampungku? Kejadian pertama.     Adekku mendapat cerita setelah berbincang-bincang dengan anak TPA. Pada tahun 2021, masjid kami memang menyemarakkan Ramadhan namun hanya kegiatan TPA untuk anak-anak saja. Porsi buka puasa hanya 150-200an saja. Anak-anak TPA tiap sore jam empat hingga adzan Maghrib berkumandang. Semua jamaah sholat Maghrib dan anak-anak TPA mendapat jatah makan untuk buka puasa. "Mbak, kemarin aku lihat tuyul loh. Jam dua belas malem." Jabar yang sedang duduk di bangku kelas 1SD mulai bercerita. "Dimana kamu lihatnya?" Tanya Luri. "Di rumahku Mbak. Aku mau ngambil sepeda eh malah lihat tuyul." "Bukan tuyul mungkin..." Lu

ATM

 Sebuah chat WA masuk hapeku. Lalu kubuka. "Jadi ambil uang nggak?" Pesan dari Luri. Lalu aku balas. "Nggak jadi. ATMnya kubawa bersama dompet." Kemudian aku teringat kalau di jalan mau ngeprint sebuah dokumen. Ku cari-cari dompetku di dalam tas. Nihil. Aku agak panik sembari menngingat-ingat kejadian tadi malam. Arghhhhhh. Dompetku masih ada di tas lain karena semalam aku pergi. Gubrakkkkkkkk. Bantul, 01 Juli 2022 07:26 WIB