Rabu, 31 Desember 2025. Aku menemani Bapak untuk injeksi di RS. Aku sampai RS kurang lebih jam 8 pagi. Langsung menuju mesin pencetak antrean untuk daftar ke poli. Menuju poli arjuna 2. Tidak perlu naik ataupun turun gedung menggunakan lift. Aku menaruh kertas tersebut ke perawat.
Tidak lama kemudian perawat memanggil nama Bapak. Bapak ditensi. Tensi normal. Pasien poli arjuna 2 kali ini memang ramai. Seperti biasanya. Aku dan bapak menghindari tempat duduk yang berada di bawah AC central persis.
Nama bapak dipanggil untuk pengecekan tekanan bola mata. Usai itu kembali duduk mengantre untuk tindakan injeksi. Aku meneteskan bius lokal selama 15 menit sekali dan antibiotik tiap 30 menit sekali.
Waktu sudah menunjukkan pulu 09.30 WIB. Waktunya bapak memakai pakaian hijau untuk tindakan. Aku mengambilkan baju hijau tersebut, penutup rambut, dan juga masker. Pukul 10.00 WIB. Belum ada tanda-tanda pasien dipanggil. Kurang lebih pukul 11 kurang, nakes mulai memasuki ruang tindakan. Bentar lagi berarti tindakannya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tindakan injeksi. Pasien kemudian dipanggil lagi untuk dicek tekanan bola matanya. Kembali ke perawat untuk penjadwalan kontrol dan mengantre obat di farmasi.
Kurang lebih pukul setengah delapan kami berangkat. Sekitar setengah 2 siang kami sampai rumah. Tertulis ada udangan dari masjid bernama Tya pada tanggal 01 Januari 2026 malam.
Saat akhir tahun aku mendapatkan undangan dari masjid yang satu kampung denganku. Usia masjid ini masih sangat muda karena baru diresmikan tanggal 14 Oktober 2015. Eh ternyata sudah 10 tahun lamanya. Kali ini undangan dari masjid sudah berbeda karena tidak ada nama adekku disamping namaku. Biasanya tertulis Tya dan Luri. Kali ini hanya namaku saja yang tertulis. Tya. Adekku saat ini sedang bekerja di Semarang. Padahal kalau dua orang yang ditulis pada akhirnya cuma salah satu dari kami saja yang berangkat hehe.
Sejak sore hari hujan deras di tanggal 01 Januari kemarin. Saat mandi aku pakai senter untuk berjaga-jaga mati listrik saat aku mandi. Pukul setengah tujuh malam hujan sudah reda. Hanya rintik-rintik saja. Aku optimis, nanti habis sholat isya pasti sudah terang. Ternyata tidak. Hujan semakin deras saja usai sholat isya. Aku mager. Nanti kaos kakiku pasti basah kalau jalan kaki. Yaudahlah nggak usah ke masjid aja.
Pukul 20.20 WIB aku mendapatkan pesan WA.
"Mbak bisa ikut kumpulan nggak?"
"Nggak Kun."
"Oke mbak, dirimu koordinator piket lagi yah."
"Wkwkwk nggak berangkat biar ngga ditunjuk."
"Sudah deal."
Hadehhhh. Aku nggak tahu kemungkinan berapa persen aku bisa hadir di masjid untuk besok di tahun 2026.
Bantul, 02 Januari 2025
12:01 WIB
Komentar
Posting Komentar