Langsung ke konten utama

Tremor

 Selasa, 30 Desember 2025. Hari itu aku sudah meniatkan untuk memperpanjang masa berlaku SIM C. Sebelumnya saat rapat TPBJ Bumkal, aku sudah mendownload layanan untuk SIM online. Gagal berulang kali. Lalu akhirnya bertanya kepada teman pramukaku dulu di SWB (Saka Wanabakti) Kota Yogyakarta yang bernama Inez. Aku tanya syarat yang harus dibawa dan jamnya. Cuma membawa foto copy SIM dan KTP sebanyak 2 kali. 

Aku berangkat kurang lebih jam setengah sembilan pagi di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Karena dari arah selatan di tutup, aku lewat jalan memutar dari timur. Saat belokan di Alkid, aku lihat ke arah Sasono Hinggil. Lah belum ada mobil SIM kelilingnya. Akhirnya aku memustuskan untuk beli cilok. Karena aku belum sarapan. Tidak perlu waktu lama ternyata mobilnya datang. 

Sembari menunggu persiapan maka aku makan cilokku dulu. Ini kenapa malah tidak nafsu makan. Cilok kembali ku gantung di gantungan motor. Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk tes kesehatan, psikologi, dan foto. Kurang dari satu jam saja. SIM keliling ini biasanya di Pakualaman tapi sekarang pindah ke Alun-Alun Kidul Yogyakarta.

Berikut tincian biaya saat aku memperpanjang SIM C keliling

Cilok 5.000

Parkir 2.000

Tes kesehatan 25.000

Tes Psikologi 100.000

Administrasi 75.000

Map 3.000

Pelindung SIM dan FC SIM 7.000

Totalnya adalah Rp217.000

Sebenarnya SIM C ku habis pada 04 Januari 2026. Tapi karena tanggal tersebut Hari Ahad maka aku harus memperpanjang SIM C ku sebelum 04 Januari. Kalau nggak bisa di tanggal 30 Desember 2025 aku mau pakai aplikasi saja. Pikirku saat itu. Ternyata bisa di SIM keliling. Minimal 2 minggu sebelum masa aktifnya habis. 

Usai memperpanjang SIM aku mengisi bahan bakar dulu di SPBU dekat rumah. Antrean ke sepuluh setelah aku hitung.
"Penuh mas. Bisa QRIS?"

"Bisa Mbak."

Operator SPBU mulai mengisi bahan bakar minyak ke tangki motorku hingga penuh. Aku memajukan motorku lalu menutup tangki. Operator mulai mengambil benda yang digunakan untuk melayani QRIS ku. Aku mulai mencari hape dan membuka m-bankingku. Tanganku bergetar. Tremor.

"Mbak nggak usah grogi gitu." Candaan sang operator.

"Oh ini efek obat mas." Jawabku sekenanya.

"Ngakpapa kan Mbak?"

"Ngakpapa Mas, di bawah pengawasan dokter kok."

Usai pembayaran QRIS sebesar Rp25.000 tersebut, aku langsung menuju bumkal untuk tanda tangan persetujuan MOU.


Kamis, 01 Januari 2026

12.55 WIB

Komentar