Langsung ke konten utama

Jaya Waskita Rapat Bulanan #1

Seperti yang ada di tulisanku sebelumnya. Jaya Waskita adalah perkumpulan anak muda di kampungku. Kalau semua anggotanya berangkat semua, kurang lebih ada empat puluh anggota. Sayangnya, banyak yang berhalangan hadir rapat walaupun itu cuma sebulan sekali . Jaya Waskita rapat bulanan jatuh pada hari Sabtu, minggu kedua.
Bulan Oktober ini, rapat jatuh pada tanggal 14. Rapat kali ini berada di masjid kampungku. Walaupun aku bukan sekretaris, aku buat undangannya hehe. Aku selesai buat undangan ba’da Maghrib. Trus, diambil sama yang lain untuk didistribusikan ke temen-temen yang lain.
Gillaaa. Sebelum adzan Isya undangan sudah di tangan yang diundang. Gercep alias gerak cepat. Salut deh langsung gas ke sana ke sini. Hari itu hari Jumat, tepat sehari sebelum kumpulan, haha. Manusia deadline semua. Undangan tertulis pukul 19.30 WIB dan temen-temen ontime. Aku merasa terharu *sambilmengusapairmata. Rapat dimulai pukul 19.35 WIB.
Sebelum rapat, ada materi tentang pembuatan akta otentik dan akta bawah tangan dari mahasiswa hukum. Aku yang belum melek hukum semakin ngantuk saja. Jujur, aku nggak paham apa-apa tentang hukum. Tetapi enaknya, setelah materi kami bisa konsultasi masalah hukum dan diskusi yang menarik.
Yang tanya cuma aku, Ikun, dan Mas Ikhsan saja. Gitu berulang sampai pertanyaan kita bertiga habis wkwk. Dari diskusi tersebut aku menangkap satu fakta. Kalau visum itu hanya bisa diambil oleh pihak kepolisian. Aku hanya meng-ohh saja begitu mendengarnya.
“Kalau mbak mau konsultasi dan diskusi lebih banyak tentang hukum dan wanita lagi bisa ke LBH …(aku lupa)”
Temen-temen serentak tertawa keras sekali. Jiahhh, persepsi mereka aku ini korban pelecehan yang akan melapor. Jahat, jahat. Emm, tapi aku bisa menangkap maksud bapaknya tersebut. Materi selesai jam setengah sembilan, kemudian dilanjut dengan pembuatan proker.

Komentar